Nasi Padang Seberang Kantor

Indonesia berhutang banyak dengan orang Minang. Bukan hanya mampu melahirkan intelektual ulung paling berpengaruh untuk negeri ini seperti Mohammad Hatta, Agus Salim dan M. Natsir, lewat tangan ajaibnya mereka mampu mengolah berbagai macam kuliner bercitarasa tinggi.

Bondan Winarno dalam bukunya “100 Makanan Tradisional Indonesia Mak Nyus”, mengatakan provinsi Sumatera Barat adalah bukti bahwa tidak ada kuliner Indonesia yang bersifat provinsial maupun nasional. Kuliner Minang sangatlah lokal sifatnya. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Sate Padang, misalnya. Ada banyak macam: danguang-danguang yang menggunakan kelapa parut, Pariaman yang kuahnya kental berwarna jingga, serta Padangpanjang yang berwarna kuning dan kental.

Semenjak kantor saya pindah gedung di daerah Kebayoran Lama, satu hal yang paling saya cari adalah rumah makan Padang. Beruntung, RM Pelangi Minang yang hanya beberapa langkah dari kantor menyuguhkan menu favorit dengan harga lumayan ekonomis.

Menu-menu elementer seperti rendang, ayam bakar, sampai paru goreng disajikan lengkap di sini. Ada pula gulai kepala kakap yang bisa disantap kapanpun kecuali akhir bulan.

Terkadang kalau sedang ngirit, hanya dengan Rp15.000 saya sudah bisa membawa sebungkus nasi porsi kuli MRT plus udang goreng tepung. Tentunya ini sudah termasuk ornamen penting seperti sayur nangka, sambal hijau dan daun singkong.

Pokoknya nasi Padang for lyfe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s