Konser Pertama Sheila On 7 Sebagai Band Indie

“Kalau dilihat dari penonton yang datang, bisa ku pastikan gaji mereka di atas 6-7 juta,” kata Masjaki, seorang kawan yang juga ikut menonton konser tersebut.

Pemilihan The Pallas sebagai venue adalah keputusan tepat jika ingin menargetkan kelas menengah atas sebagai audience. Terletak di kawasan bisnis super sibuk Sudirman, sudah pasti para pekerja kantoran bisa langsung bergegas menonton band yang telah menyuguhkan kisah klasik di era 90an ini.

Selepas dari Sony Music Entertainment 2014 lalu, akhirnya Sheila On 7 memilih jalur indie. Itu artinya, Musim Yang Baik menjadi album terakhir bersama label yang menemani perjalanan karir musik mereka selama 16 tahun. Sementara single baru Film Favorit menjadi karya pertama mereka sebagai musisi indie.

Sheila On 7 mengawali konser perdananya sebagai band indie dengan kurang mulus. Bukan hanya molor beberapa menit, pihak penyelenggara tampaknya tidak mempertimbangkan jumlah tiket dengan kapasitas venue yang cukup sempit (untuk ukuran penonton yang sebanyak itu). Bahkan seorang kawan, Masjaki, lewat caption foto Instagramnya bercerita bahwa temannya sempat ditolak masuk.

MC yang bertugas menenangkan penonton karena terlalu lama menunggu pun melakukan sebuah kesalahan fatal. Ia menyebut Sheila Lovers ketimbang Sheila Gank.

Saat konser dimulai, Eross yang memainkan intro Sahabat Sejati sempat miskomunikasi dengan Duta. Eross ke mana, Duta ke mana.

Buruknya kualitas sound juga membuat penonton yang ada di baris belakang tidak terlalu mendengar suara Duta. Nggak cuma itu, Tomo Widayat, additional gitaris yang belakangan menjadi music director lagu baru mereka, Film Favorit, beberapa kali terlihat risih akibat suara feedback yang gaungnya cukup mengganggu jalannya konser.

Beruntung, kebanyakan penonton memakluminya dan tetap menikmati hits unggulan seperti Pejantan Tangguh, Pemuja Rahasia dan Melompat Lebih Tinggi. Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki yang dibawakan sesuai versi album membawa penonton bernostalgia ke masa akhir 90an. Beberapa lagu juga diaransemen ulang dengan memasukkan instrumen EDM dengan kadar tepat guna.

Secara keseluruhan, dengan segala kekurangan yang ada, konser Sheila On 7 yang diselenggarakan 1 Maret lalu sangat menyenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s