Sekarang Jadi Susah Bangun Pagi

Saya sedih sekali karena kehidupan saya agak berubah. Udah nggak bisa baca buku dan nulis blog seperti dulu. Bangun subuh abis itu tidur lagi. Nggak punya motivasi buat melakukan sesuatu. Apa yang salah ya?

Dulu waktu masih kuliah saya selalu bangun jam setengah 5 pagi untuk ngejar bus jam setengah 6. Di perjalanan pun saya masih sempat baca buku, baca berita dan malah masih bisa kepoin orang. Dari pagi sampai siang saya kuliah, siangnya nyambi freelance atau magang sampai malam. Paling telat jam 9 malam sudah sampai rumah. Begitu terus, hampir setiap hari, semangat nggak pernah luntur.

Sekarang beda. Mau melek abis solat subuh aja rasanya berat banget. Punggung kayak abis dicambuk. Bawaannya mau rebahan mulu. Ujung-ujungnya ketiduran sampai jam setengah 8. Padahal jam pulang kerjanya hampir sama, paling telat sampai rumah jam 9 malam. Padahal secara materi, yang saya dapatkan jelas lebih banyak daripada pas kuliah. Tapi kenapa bisa gini ya?

Belakangan saya mencari tahu apa yang membuat saya menjadi pemalas. Pertama, saya kurang olahraga. Seharusnya dengan pekerjaan yang sibuknya super random ini, saya harus bisa menyempatkan diri untuk berolahraga di pagi atau malam hari. Mungkin saya harus mencontoh Haruki Murakami yang bangun jam 4 pagi lalu mengerjakan semua hal, termasuk olahraga, dalam sehari.

Kedua, macet. Jakarta adalah Ibukota yang sangat berengsek. Macetnya susah diprediksi. Telat 5 menit saja, beda waktu tiba di kantor bisa sejam. Sampai saat ini solusinya cuma satu, berangkat lebih awal. Tapi ini nggak selamanya bisa berlaku, apalagi kalau sudah musim hujan. Karena macetnya Jakarta selalu jadi misteri yang bahkan ilmu sains pun nggak bisa memecahkannya.

Ketiga, jam tidur yang berantakan. Bagaimana caranya tidur nyaman di tengah pekerjaan yang suka datang tiba-tiba tanpa permisi? Presiden Joko Widodo rata-rata hanya tidur 2 jam per harinya. Itu pun kadang suka dicicil di dalam mobil. Jack Dorsey, CEO Twitter, menghabiskan 10 jam per harinya untuk bekerja, namun tetap bisa bangun tepat pukul 5.30 pagi. CEO produsen otomotif Italia, FIAT, Sergio Marchione, hanya menghabiskan waktu 4 jam untuk tidur, sementara pukul 3 pagi ia harus sudah mulai bekerja lagi mengamati pasar Eropa.

Kembali menjadi morning person kayaknya hal berat yang harus dilakukan sebelum 2017 berakhir. Ya, emang sih, nggak semua orang harus jadi morning person. Mark Zuckerberg si empunya Facebook, misalnya. Ia bisa leha-leha bangun jam 7 pagi (atau bahkan lebih siang) setelah semalaman suntuk bekerja.

Susah, tapi pasti bisa. Semoga bisa merubah kebiasaan buruk belakangan ini biar jadi lebih produktif. Caranya gimana? Saya juga nggak tahu. Nanti kalau udah berhasil, saya beri tahu.

Gambar: Pexels

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s