Gara-Gara Paris

Seminggu yang lalu terjadi tragedi berdarah di Paris. Beberapa titik di pusat kota terjadi aksi pengeboman dan penembakan yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang.

Social media sontak menjadi ramai. Aksi solidaritas dan saling adu pendapat tak terelakkan. Meme-meme yang berkaitan dengan tragedi tersebut bertebaran di mana-mana. 

Saya kadang suka bingung sama orang-orang di social media. Mau di Facebook, Twitter, Path, dan ditambah lagi LINE Messenger, semua sama: suka banget bikin masalah baru di atas penderitaan orang.

Yang udah-udah sih mereka selalu ngomong gini: “Giliran tragedi Paris heboh #PrayForParis, tapi tragedi Palestina yang hampir setiap hari kok pada cuek aja?”

Bro, plis banget ya. Saya yakin kok siapapun mereka, khususnya umat muslim yang menyatakan aksi solidaritasnya terhadap tragedi Paris juga sangat peduli dengan saudara-saudara lainnya yang terkena musibah. Khususnya di Palestina, Irak, Syria dan Lebanon (yang pada tanggal 13 November lalu juga porak-poranda akibat serangan bom).

Tidak ada prioritas soal negara mana yang lebih pantas mendapatkan simpati publik. Semuanya sama. Lagi pula setiap orang punya hak untuk menunjukkan rasa simpatinya ke negara manapun yang sedang dilanda bencana kemanusiaan.

Yang lebih menggelikan lagi ada juga yang bilang begini: “Paris berdarah pada heboh, giliran bencana asap di Sumatera kok diam?”

Lha? Perasaan kemaren-kemaren pada heboh bencana asap. Ada yang heboh nyela pemerintah dengan menyebar ulang komentar-komentar nggak jelas dari Jonru, ada juga yang heboh nyebar info bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak asap. Aneh rasanya kalau kamu menganggap social media sepi sunyi soal bencana asap di Sumatera.

Lagi pula kamu juga nggak berhak memaksa seseorang untuk bersuara, dan bodoh rasanya jika menganggap yang diam berarti acuh.

Memangnya kamu sudah bersuara ketika selama ini ada banyak pelanggaran HAM di Papua?

Memangnya kamu sudah bersuara ketika warga Pati dan Rembang, Jawa Tengah, sedang berjuang mempertahankan tanahnya yang subur dari pembangunan pabrik semen?

Memangnya kamu sudah bersuara ketika para keluarga korban pelanggaran HAM tidak boleh lagi menggelar Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka?

Rasanya tidak adil jika saya menganggap teman-teman acuh hanya karena tidak bersuara soal mereka. Karena di antara teman-teman pasti ada yang tidak tahu dan tidak terlalu paham soal mereka (seperti saya). Di samping karena setiap orang memiliki minat yang berbeda, peran media menjadi paling sentral atas tenggelamnya berita-berita di atas.

Ini serupa dengan mereka yang menunjukkan aksi solidaritasnya terhadap tragedi Paris. Tidak semuanya tahu kalau di waktu yang bersamaan juga terjadi ledakan bom dahsyat di Lebanon. Karena media internasional umumnya tidak mengangkat tragedi tersebut sebagai berita utama.

Jadi plis lah, jangan ribut terus soal siapa yang lebih pantas mendapatkan simpati publik. Pusing pala berbi ngeliatin orang marah-marah mulu~

Sumber Gambar: CNN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s