Antara Rahul, Anjali dan Kisah Cinta Si Mbak

Film India atau Bollywood adalah film yang sangat digandrungi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia pada awal 2000 -an. Dari anak-anak SD sampai asisten rumah tangga, hampir semua orang tahu betul siapa Rahul (Shah Rukh Khan), Anjali (Kajol) dan Tina (Rani Mukerji). Mereka adalah karakter utama dari film legendaris Kuch Kuch Hota Hai.

Dulu saya diasuh oleh asisten rumah tangga yang hobi sekali menonton film India. Saking sukanya, dia sangat terobsesi ingin mempunyai kisah cinta seperti tokoh di film-film tersebut.

Asisten rumah tangga kami, atau biasa kami sapa Mbak, dibilang cakep sih nggak. Tapi dari tukang sayur, tukang bubur, sampai pemuda pengangguran di komplek sini sering sekali menggodanya. Seperti bunga desa gitulah. Atau lebih tepatnya: bunga komplek.

Dia sering banget curhat sama saya. Biasanya dia curhat sambil nonton film Bollywood yang diputar di VCD Player. Kalau ada bagian film yang dianggap sesuai dengan kisah cintanya, Mbak selalu bilang:”Ini lho, Mas! Aku tuh mirip banget sama yang ini!”

Salah satu curhatan yang saya ingat adalah saat dia membeli pembersih lantai di mini market. Kebetulan Mbak ini orangnya enerjik, jadi nggak pernah mau naik sepeda kalau ke mini market. Dia lebih suka jalan kaki. Untuk menuju ke mini market Mbak harus melewati sekolah saya. Di sana ada abang tukang bubur yang masih muda. Mungkin seumuran dengan Mbak. Setiap lewat sana, Mbak pasti diikuti oleh tukang bubur itu dari belakang. Awalnya Mbak merasa tukang bubur itu mau membahayakan dirinya. Tapi ternyata tukang bubur itu hanya ingin menyatakan cintanya kepada Mbak. “Tak pikir dia mau ngapa-ngapain aku,” katanya setelah sadar.

Setelah tahu ada seorang lelaki yang mencintainya, Mbak suka curi-curi waktu untuk sekedar bertatap muka dengan si tukang bubur. Lucunya, setiap kali ketemu, Mbak nggak pernah mengajak si tukang bubur itu untuk ngobrol. Dia cuma memancing si tukang bubur untuk (((KELUAR DARI SARANGNYA))) agar mau mengikutinya dari belakang. “Aku pengen dia siul-siul kayak Rahul sama Anjali,” katanya.

Mbak ingin si tukang bubur bersiul seperti yang dilakukan Rahul berikut ini:

Majalah Gaul yang sering saya baca semasa SD pernah menulis tentang ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta. Katanya, siapapun akan menjadi gila kalau sudah jatuh cinta. Mungkin Mbak benar-benar gila karena cinta. Saking gilanya dia suka keluar rumah tiba-tiba dan jarang terlihat mengurusi adik yang waktu itu masih kecil.

Beberapa kali bapak dan ibu menegur Mbak karena terlalu sering main keluar. Gara-gara ini dia jadi teringat salah satu adegan di film Mohabatein. Mbak merasa hidupnya sama dengan salah seorang perempuan di film tersebut yang hubungannya tidak direstui oleh ayahnya. (Dalam hal ini hubungan Mbak tidak direstui oleh orang tua saya). Di film itu ada adegan yang menceritakan sang ayah dari perempuan tersebut, yang akhirnya mau merestui hubungannya. Setelah direstui si perempuan buru-buru pergi ke pusat kota untuk bertemu dengan lelaki pujaannya.

Mbak sangat berharap bisa merasakan hal yang sama seperti adegan dalam video ini:

Tidak lama setelah ditegur, suatu hari Mbak tak sengaja melihat si tukang bubur menggoda perempuan lain. “Padahal dia lihat aku, tapi pura-pura nggak lihat gitu,” katanya kepada saya.

Mbak patah hati. Harapan yang sudah dibangun tinggi seketika runtuh. Ia mengibaratkan perasaanya seperti apa yang dirasakan Anjali ketika tahu kalau Rahul menyukai Tina, seperti yang terekam dalam video ini:

Mbak sangat bersedih. Saya sebagai teman curhatnya, atau lebih tepatnya sebagai orang yang hanya mendengarkan curhatannya tanpa memberi solusi, hanya bisa bilang: “Sabar, Mbak.”

**

Suatu hari Mbak menerima surat dari keluarganya di kampung. Saya nggak tahu apa isi surat itu, yang jelas gara-gara surat itu Mbak meminta izin untuk (((resign))). “Saya mau kawin, Bu,” katanya kepada ibu.

Belakangan saya baru tahu kalau Mbak menikah dengan cinta lamanya. Mereka pernah LDR-an. Bekasi-Magelang. Dua tahun lebih. Dan sempat putus karena pacarnya berniat menikah dengan wanita lain, tapi mendadak batal karena suatu hal. Pantas saja Mbak sering mendapat kiriman surat dari Jawa. Ternyata selama ini dia surat-suratan sama pacarnya di kampung.

Di sini, kembali, Mbak menyamakan kisah cintanya seperti Anjali yang akhirnya menikah dengan Rahul. Bedanya, Rahul menikah lagi karena Tina meninggal, sedangkan Mbak? Entalah. Yang pasti bukan karena ada yang meninggal.

“Kurang lebih kayak gitulah, Mas” kata Mbak setelah menceritakan kisah cintanya yang konon seperti video berikut ini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s