Bubar

Waktu imsak sudah tiba. Puasa hari pertama pun dimulai. Anak-anak komplek terbiasa pergi ke mesjid sebelum adzan subuh berkumandang. Selepas solat subuh, biasanya ada selingan tausiyah dari Pak Budi, tokoh masyarakat setempat.

“Anak-anak, ada banyak larangan saat kita berpuasa. Apa sajakah itu?” tanya Pak Budi
“Saya, Pak!” Joni mengacungkan jari. “Nggak boleh marah!”

“Betul! Yang lain?”

“Saya, Pak!” Shira bersemangat. “Nggak boleh makan dan minum sebelum waktu berbuka!”

“Bagus sekali! Ada lagi?”

“Pak!” Ada yang mengacungkan jari dari belakang shaf. Ternyata si Panjul, pemuda setempat yang kebetulan ikut nimbrung.

“Wah, ternyata ada Panjul di sini. Mau ikut jawab?”

“Maaf, Pak. Apa boleh saya bertanya?”

Pak Budi mengangguk.

“Saat berpuasa, kita tidak boleh berbohong pada orang lain. Tapi bagaimana kalau bohongnya sama perasaan sendiri, Pak?”

Tausiyah pun dibubarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s