Membaca di Bus

Kemacetan Jakarta yang sudah tak manusiawi lagi membuat saya harus pintar atur waktu. Termasuk mengatur waktu membaca. Waktu awal-awal masuk kuliah, saya merasa waktu membaca saya menjadi berantakan.

Karena sering dapat bagian berdiri di bus, akhirnya saya mencoba membaca sambil berdiri. Pertama kali mencoba memang sulit. Dalam ruang gerak yang sempit, tentu saya harus mencari posisi yang ideal untuk menjaga keseimbangan (sekedar berjaga-jaga jika bus ngerem mendadak). Saya juga berusaha agar tidak menganggu kanan-kiri saya. Karena terkadang orang-orang akan menjadi sensitif jika sudah berada di dalam bus. Maksudnya, meskipun berada diangkutan umum, terkadang mereka tidak suka jika tersenggol sedikit oleh penumpang lain.
Setelah latihan beberapa minggu, akhirnya saya bisa membaca dengan nyaman sambil berdiri. Bahkan saya juga bisa tidur sambil berdiri.

Belakangan saya lebih memilih feeder bus (seperti Trans Kemang Pratama/Trans Galaxy) daripada bus kota pilihan orang-orang pada umumnya. Selain karena ingin mendapatkan tempat duduk, suasanan nyaman menjadi faktor utamanya. Di bus kota Mayasari Bakti yang sering saya naiki, kerap kali saya jumpai pengamen yang suka memalak. Bukan bermaksud untuk memojokkan profesi pengamen, terkadang ada pula pengamen yang suka memaksa penumpang agar mau memberikan uang. Selain itu kebersihan juga jadi faktor lain. Sering sekali saya melihat seseorang dengan seenaknya meludah dan membuang sampah sembarangan di dalam bus.

Soal tarif tentunya lebih mahal dari bus Mayasari Bakti. Tapi jumlah yang dikeluarkan (sejauh ini) sebanding dengan kualitas. Tidak banyak sampah dan tidak bau. Supir dan kondekturnya juga ramah. Terkadang disuguhkan pula musik-musik populer yang bisa menemani tidur penumpang sepanjang perjalanan. Suasana inilah yang membuat saya rela menahan kantuk agar bisa membaca (meskipun ujung-ujungnya tidur juga).

Sudah banyak buku yang saya habiskan di dalam bus. Beberapa di antaranya The Cuckoo’s Calling-nya Robert Galbraith (nama samarannya J.K Rowling), Lelaki Harimau, Corat-coret Toilet, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (Eka Kurniawan), Endless Night (Agatha Christie), Arsene Lupin VS Mafia-Mafia (Maurice Leblanc), Semusim, dan Semusim Lagi (Mbak Andina Dwifatma), Larasati, Midah Simanis Berigigi Emas, Bukan Pasar Malam (Pramoedya Ananta Toer), Rumah Kopi Singa Tertawa (Yusi Avianto), Creative Writing-Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel (A.S Laksana), Jurnalisme Dasar (Luwi Ishawara), buku-buku biografi tokoh nasional, dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak buku yang saya tuntaskan di bus, The Cuckoo’s Calling karya J.K Rowling punya kesan tersendiri bagi saya. Saya menghabiskannya pada awal April 2014. Saat itu sedang musim hujan gila-gilaan. Bahkan kantor tempat saya magang beberapa kali meliburkan semua pekerjanya karena akses menuju kantor tertutup banjir. Di samping itu saya juga sering kehujanan, yang membuat tas saya jadi basah. Alhasil, buku itu menjadi kriwil-kriwil di bagian pigirnya. Saya pun pernah membacanya dalam keadaan basah.

Selain itu, ada buku Semusim, dan Semusim Lagi karya Mbak Andina. Sebagian besar halaman saya baca dalam keadaan berdiri di dalam bus. Bahkan saya menuntaskan buku ini juga dalam keadaan berdiri. Waktu itu kalau tidak salah saat berada di atas flyover Pancoran, dalam keadaan macet parah pula. Penuh perjuangan, kan? Hehe.
Meski begitu bagi saya naik bus apa saja tak jadi masalah. Kalau saya mau ngirit, ya naik Mayasari Bakti. Kalau mau nyaman, ya naik feeder bus.

Tapi alangkah senangnya jika suatu waktu ada transportasi umum yang benar-benar nyaman untuk melakukan kegiatan membaca. Kira-kira kapan, ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s