Bola

“Mas mau jadi pemain bola,” kata saya kepada Bapak, sewaktu masih berumur 7 tahun. Sedari kecil Bapak sudah memperkenalkan saya dengan sepakbola. Baik itu dengan menonton pertandingan timnas di televisi atau di pertandingan antar kampung (tarkam).

Karena Bapak memperkenalkan sepakbola, saya jadi tahu kalau saya itu orang Indonesia, saya jadi hafal Indonesia Raya.

Namanya juga anak-anak, bermimpi setinggi-tingginya itu wajar. Saya malah ingin sekali berseragam timnas, bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, merasakan gemuruh suporter merah putih, dan menjadi juara.

Tapi Bapak tidak mengaminnya. Dia cuma bilang: “Bola di Indonesia jelek, lebih baik sekolah daripada main bola.” Dan jadikan bola hanya sekedar hobi, kata ibu menambahkan.

Dulu saya mana peduli soal itu. Yang saya pikirikan: “Saya akan berusaha membuatnya menjadi lebih baik”.

15 tahun setelahnya, ketika sedang berkutat dengan skripsi, ucapan Bapak dan Ibu benar. Sepakbola Indonesia memang buruk. Sangat buruk. Singkatnya, sepakbola Indonesia jadi mainan politisi. Para pemain yang menggantungkan hidupnya lewat sepakbola jadi telantar. Beberapa di antara mereka ada yang bermain di pertandingan tarkam untuk menyambung hidup.

Evan Dimas dan kawan-kawan, yang sempat mengharumkan nama Indonesia di kalangan sebayanya, yang menggantungkan mimpinya di sepakbola, yang ketika masih berumur 7 tahun pernah bermimpi sama seperti saya, telah menjadi korban. Masa depan dan mimpi mereka tergadaikan.

Bukan hanya pemain, tapi keluarga juga para pemain. Saya nggak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi dengan ibu Evan Dimas yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan bapaknya yang bekerja sebagai tenaga keamanan, jika semua semakin parah.

Saya nggak peduli apa kata Menpora. Saya juga nggak peduli apa kata PSSI. Saya cuma ingin sepakbola menjadi sepakbola seutuhnya. Paling tidak bisa menyadarkan anak saya nanti kalau dia adalah orang Indonesia, dan yang kelak membuatnya hafal lagu Indonesia Raya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s