4 Tahun

Tidak tahu persis kapan pertama kali saya mulai menulis di blog ini. Postingan pertama saya yang berisi curhatan soal mantan sudah saya hapus sejak lama.Yang saya ingat: saya mulai menulis pada akhir Mei 2011. Tepatnya beberapa hari setelah acara perpisahan SMA.

Banyak sekali hal yang saya tulis dalam blog ini. Awal blog ini dibuat, saya menulis cerita komedi ala-ala Raditya Dika karena waktu itu saya merasa memiliki selera humor yang tinggi. Tapi ambisi saya untuk menjadi blogger komedi berhenti di tengah jalan karena setelah membaca ulang semua postingan, saya malah jijik dengan diri saya sendiri. Maka dari itu beberapa postingan sudah saya hapus.

Namun ada suatu hal yang bisa saya lihat di blog saya. Sejak tahun 2011, saya merasa ada banyak perubahan dari waktu ke waktu. Gaya menulis saya sudah berubah. Tema dan topik yang saya tulis juga sudah berubah. Yang tadinya muluk-muluk soal cinta, sampai akhirnya saya berani berbicara soal politik– meskipun setelah saya baca ulang, saya malah makin jijik.

Blog ini adalah saksi bisu dari perjalanan saya menuju dewasa. Bagi saya blog adalah tempat saya belajar. Banyak hal gila yang saya dapatkan karena belajar di blog ini. Dari mulai bertemu seorang (yang waktu itu masih jadi calon) pejabat, hingga mendapat apresiasi dari radio Kanal KPK. Kalau bukan karena blog ini, saya nggak akan pernah bertemu dengan Awe, mentor yang sekarang menjadi tandem saya di salah satu band paling berbahaya versi Warning Magazine: Temennya Teteh!

Diapresiasinya Temennya Teteh oleh Kanal KPK adalah secuil dari sekian banyak hal gila yang saya dapatkan karena blog ini. Saya jadi teringat kisah Allan Karlsson, si tua bangka yang lari dari acara ulang tahunnya ke- 100, dalam buku Jonas Jonasson yang berjudul The 100-Year-Old Man WHo Climbed Out of The Window and Dissapeared. Semasa hidupnya Allan mengalami banyak hal gila. Dari mulai bertemu pejabat tinggi Amerika Serikat sampai petinggi komunis Tiongkok. Dari mulai mengarungi tandusnya gurun pasir Timur Tengah hingga membeku di pegunungan tinggi Asia. Semua ia jalani dengan sikap selo (santai). Ia tak pernah merencanakan masa depannya seperti orang yang berusaha untuk sukses pada umumnya. Semua datang dan mengalir begitu saja. Tapi bukan berarti tidak belajar sama sekali. Semasa mudanya Alan rajin membaca buku sains. Karenanya Alan menjadi orang yang mahir membuat bahan peledak, dan membawanya keliling dunia di tengah carut-marut Perang Dunia II.

Gambaran Allan tersebut menyiratkan bahwa terkadang dalam hidup memang harus merasakan hal-hal gila. Yang tak terduga dan tak terencana sama sekali. Dan menyenangkan. Tidak perlu menjadi orang serius, karena pada kenyataannya yang selalu serius akan kalah dengan yang banyak bercanda. Seperti Allan yang berhasil “mengalahkan” anggota perkumpulan preman yang disegani di Swedia, Never Again, tanpa taktik dan strategi yang direncanakan sebelumnya.

Dulu ketika berumur 17 tahun saya tidak pernah merencanakan akan menjadi apa saya dengan blog ini. Hingga saya yang (ketika menulis ini belum genap) 22 tahun pun saya tak pernah tahu jawaban dari pertanyaan “kenapa lo bisa ketemu si ini, itu, bisa begini dan begitu?”.

Pun demikian ketika saya iseng membuat duo bersama Awe, yang dimanajeri oleh Fakhri Zakaria pada Agustus 2014 lalu. Siapa yang sangka kalau di akhir Mei Temennya Teteh akan diwawancara radio Kanal KPK karena membuat lagu untuk juru bicara yang sekarang menjadi Plt. Pimpinan KPK, Johan Budi. Padahal lagu yang berjudul “Uncle Jo” itu merupakan lagu random. Liriknya pun ditulis di depan parkiran Ratu Plaza.

Di usia yang keempat ini, saya ingin berterima kasih kepada teman-teman semua yang sudah rela menghabiskan waktunya untuk mampir ke blog ini. Terima kasih juga untuk Ibu, yang dulu pernah menjadi editor pertama sewaktu blog ini baru dibuat. Entah hal gila dan menyenangkan apa lagi yang akan saya dapat di tahun-tahun berikutnya. Yang jelas, saya akan tetap belajar menjadi dewasa di sini. Di tempat yang membawa saya bertualang ke berbagai tempat, dan yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang gila.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s