Ibu

“Nilai mata kuliah yang sulit udah keluar, Bu. Semuanya B,” kata saya saat ibu baru pulang kerja. Alhamdulillah. Semoga kamu nanti skripsinya lancar, dan jadi orang sukses, katanya sambil melepas jas hujan hijau yang tampak sedikit kebesaran.

Belum sempat masuk rumah, ibu melanjutkan kalimatnya: “Kamu harus bersyukur ada banyak fasilitas pendukung. Banyak belajar, banyak berdoa.”

Sejak saya kecil ibu memang sering mendoktrin saya tentang kisah hidupnya yang sulit. Lahir dari keluarga yang kurang mampu. Tinggal bersama nenek sejak kecil di rumah yang jauh dari kata mewah. Makan nasi dengan garam tanpa lauk pun pernah. Setiap hari harus berjalan kaki jauh-jauh untuk pergi ke sekolah. Belajar dengan lampu minyak, tanpa ada guru pembimbing.
Saya ingat, setelah lulus kuliah, ibu merantau ke Jakarta untuk mengubah nasib. Sendirian. Dengan bekal baju dan uang seadanya. Waktu itu gaji ibu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; bayar kost, makan dan transportasi pergi-pulang kerja. Membeli koran untuk mencari lowongan kerja pun sulit. “Tapi ibu nggak mau menyusahkan orang,” kata ibu.

Hingga akhirnya mendapat pekerjaan yang layak dan bisa mencicil rumah sendiri– rumah yang menjadi tempat tinggal saya sekarang.

**
 

Yuhani kecil mungkin tidak pernah memikirkan akan memiliki anak bernama Fajar Yulianto. Berbeda dengan teman-teman sebayanya, saya adalah seorang anak yang memiliki kelemahan dalam hal verbal. Saya sering menangis karena tidak bisa menulis di saat teman-teman yang lain sudah bisa menulis. Tapi ibu selalu menyemangati saya: “kamu bukan anak bodoh, kamu itu anak pintar”.

Hampir setiap malam ibu mengajari saya menulis satu huruf, satu kata, satu kalimat, dan akhirnya membentuk satu paragraf– meskipun dengan bentuk huruf yang aneh.
Senang rasanya bisa menulis seperti anak-anak yang lain. Saya jadi sering bercerita lewat tulisan. Saya suka sekali menuliskan cerita tentang apa yang saya lakukan di sekolah, di lingkungan bermain, dan saat liburan. Ini sering saya lakukan saat ujian akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia– karena pasti ada bagian soal khusus untuk mengarang bebas.

Sayangnya hampir setiap guru hanya memakai pelajaran matematika sebagai indikator untuk menilai mana yang pintar dan mana yang tidak. Menuliskan cerita liburan di lembar jawaban saja belum cukup untuk menjadi anak pintar di mata guru. Padahal ada banyak sekali orang yang pintar matematika tapi menjadi sampah di negerinya. Sebut saja, Gayus Tambunan. Dia orang pajak. Pasti pintar matematika. Tapi korupsi.

2011 lalu saya memutuskan untuk berlatih menulis. Peran ibu di sini sangat penting. Dia menjadi editor pertama saya saat blog ini baru dibuat. Ibu selalu mengingatkan saya ketika ada tulisan yang tidak enak dibaca, atau ada yang salah ketik.

Jenis tulisan saya di blog ini pun beragam. Ketika blog ini baru dibuat, blog ini hanya berisi curhatan dan tulisan komedia ala-ala Raditya Dika. Tapi setahun kemudian, saya mulai berani berkomentar soal politik ala-ala Philips Vermonte.

**
“Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada membuat orang lain tersenyum; terutama orang yang kita sayangi.” Begitulah kata RA Kartini di dalam suratnya kepada E. H. Zeehandelaar, 6 Oktober 1899. Kutipan tersebut sangat pas untuk menggambarkan apa yang ibu pikirkan setiap waktu.

Tulisan ini memang masih berantakan secara teknis, dan tidak ada harganya jika dibandingkan dengan perjuangan ibu. Tapi lewat tulisan ini saya ingin berterima kasih kepada ibu yang telah berjuang keras membesarkan saya. Dan yang doanya selalu ada di setiap pencapaian yang saya raih.

Selamat ulang tahun yang ke- 49, Bu.

Salam kasih dari anakmu yang tahu ini sidang skripsi,
Mas Fajar Yulianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s