2014

Sewaktu masih duduk di bangku SD, saya pernah berdoa agar hari Minggu cepat datang. Karena waktu itu saya ingin sekali menonton film-film kartun di pagi hari.

Tapi sekarang, setelah beranjak dewasa, saya merasa hari terlalu cepat. Kadang saya bercanda dengan diri sendiri: “Jangan-jangan karena waktu gue kecil suka berdoa supaya hari Minggu datang cepat”. Rasanya baru kemarin saya merayakan tahun baru dengan kawan saya di warung nasi goreng. Rasanya baru kemarin saya ikut bekerja dan bertarung untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres. Hari ini saya dipertemukan kembali dengan hari di mana saya pernah berencana; bahwa kehidupan di tahun berikutnya harus dijalani sekeren-kerennya; 31 Desember.

Tahun 2014 saya jalani dengan energi dan semangat yang luar biasa. Saya bertemu dengan banyak orang hebat, berdiskusi dengan mereka, dan melakukan sesuatu yang hebat bersama mereka. Lelah? Sudah pasti. Hampir 10 bulan lebih lamanya saya menjalani aktivitas kuliah-kerja, berangkat pagi-pulang malam. Beruntung saya memiliki orang tua yang hebat; yang mau membiayai saya hingga sejauh ini.

Ada banyak hal yang saya dapat, salah satunya, saya menjadi tahu betul persisnya bagaimana politik, bagaimana pertarungan politik lewat media, dan masih banyak lagi. Tentunya tidak semua orang bisa merasakan apa yang saya rasakan.

Saya jadi teringat kutipan legenda musik reggae, Bob Marley:

Every man gotta right to decide his own destiny

2014 saya jalani dengan mengikuti kata hati sendiri; sama sekali tidak mendengarkan bisikan orang-orang yang menyuruh saya untuk pindah haluan. Jika dibandingkan dengan yang lain, saya sudah berada (sedikit) di barisan terdepan. Saya benar-benar menggunakan hak saya sebagai laki-laki– seperti apa yang dikatakan Bob Marley.

Berbagai macam pencapaian sudah saya raih. Meskipun masih jauh dari kata cukup, saya lega telah mengakhiri tahun 2014 ini dengan manis.

Insya Allah saya siap menghadapi 2015. Kalau 2014 adalah tahun pembelajaran, tahun 2015 adalah awal pertarungan untuk menjadi manusia dewasa dalam artian sebenarnya. Di tahun itu saya akan menjalani proses pembuatan dan pengujian sikripsi. Lalu setelahnya saya harus bekerja untuk menghidupi diri saya sendiri.

Gandhi pernah bersabda:

The future depends on what you do today
Selamat tahun baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s