Mas Anang

Halo, Mas Anang. Saya Fajar Yulianto, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi di salah satu universitas tergaul sejagad Ibukota. Saya memang bukan mahasiswa pintar, tapi paling tidak saya punya (sedikit) kapasistas untuk berbicara soal ini.

Sesuai dengan Undang Undang Penyiaran No. 32 Tahun 2002, frekuensi publik adalah sumber daya alam terbatas dan merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan dilindungi oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tentunya Mas Anang sudah tahu bahwa memakai frekuensi publik untuk kepentingan pribadi sama dengan merampas hak publik. Karena apa? Karena frekuensi tersebut diurusi oleh pajak yang berasal dari publik.

Indonesia merupakan negara yang sarat akan keberagaman, termasuk keberagaman dalam berpendapat. Mas Anang mungkin menganggap acara kelahiran anak Anda dan Ashanty sarat akan edukasi, tapi menurut saya tidak. Tidak ada satupun hal yang bersifat edukatif dari siaran tersebut. Saya tidak peduli dengan kepentingan rating blablabla atau apalah itu namanya. Ini soal kepentingan publik yang dirampas semena-mena.

Apalagi Mas Anang sudah menjadi anggota DPR Komisi X– yang menaungi masalah pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, olahraga dan perpustakaan. Seharusnya Mas Anang mendengar aspirasi rakyat, lalu memanfaatkan frekuensi tersebut untuk mencerdaskan publik dengan tanyangan berkualitas. Tentunya bukan pekerjaan mudah. Tidak semudah mengatakan “buat yang tidak suka, tinggal ganti channel”– seperti yang Mas Anang katakan pada saat konferensi pers usai persalinan Mbak Ashanty.

Kutipan Mas Anang yang melegenda: “Jangan memilih aku, bila kau tak sanggup setia”, tidak berlaku lagi saat sudah duduk di kursi parlemen. Karena Mas Anang, seperti kata Bang Iwan Fals, “Anda dipilih bukan dilotre”. Mas Anang berada di parlemen karena suara rakyat– khususnya rakyat Jember. Bukan karena untung-untungan seperti mendapatkan hadiah dari sebungkus chiki.

Saya akhiri tulisan saya dengan ucapan selamat atas kelahiran anaknya. Semoga si kecil di masa depan nanti bisa menjadi kebanggan keluarga, bangsa dan negara.

Salam,
Fajar Yulianto

Eh iya, Mas. Udah inget hak-hak anggota DPR itu apa aja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s