Tugas Komunikasi Soial dan Pembangunan

Teori Pertukaran Sosial John Thibaut dan Harold Kelly

Tokoh yang mengemukakan teori pertukaran sosial adalah para psikolog John Thibaut dan Harold Kelly. Teori ini berhubungan dengan komunikasi intrapersonal sebagai teransaksi dagang. Keduanya berpendapat bahwa “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. Bisa kita buat kesimpulan bahwa manusia melakukan sesuatu– kegiatan pertukaran– karena ingin mendapatkan sebuah imbalan atau ganjaran. Dalam pola kegiatan pertukaran tersebut, terdapat dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atas dasar untung atau rugi.

John Thibaut dan Harold Kelly menyatakan tiga unsur dalam hubungan pertukaran

  • Imbalan (reward)
  • Pengorbanan (cost)
  • Keuntungan (profit)

Sedangkan perilaku pertukaran ini bisa kita temukan dalam tempat atau kegiatan sebagai berikut:

  1. Tempat kuliah
  2. Tempat kerja
  3. Dalam hubungan percintaan
  4. Dalam rumah tangga
  5. Dalam pertemanan, dan lain sebagainya.

Pada teori ini, terdapat 4 konsep utama, yaitu:

  1. Ganjaran: sesuatu yang kita dapatkan, atau hasil positif dari interaksi yang diperoleh seseorang. Setiap orang– baik itu ditinjau dari kehidupan ekonomi dan sosial budayanya– memiliki atau mendapatkan porsi ganjaran yang berbeda-beda.
  2. Biaya: berbeda dengan ganjaran, biaya di sini lebih bernilai negatif. Biaya disini bisa berbentuk tenaga, kondisi tubuh, sebuah konflik, dan lain sebagainya.
  3. Hasil dan Laba: ganjaran dikurangi laba. Contohnya, jika kita bekerja di tempat yang bergaji sedikit, maka ada keinginan yang timbul dan mengharuskan kita untuk pindah ke tempat lain  yang menggaji lebih mahal.
  4. Tingkat Perbandingan: berhubungan dengan masa lalu. Bisa berupa pengalaman hidup di masa lalu dan sebagainya.
Teori Perbandingan Sosial Festinger

Secara singkatnya, teori ini dipakai untuk menilai diri sendiri dan orang lain. Salah satu indikator yang dijadikan penilaian dalam teori ini adalah pendapat dan kemampuan.

Sebuah hipotesis yang dibuat oleh Festinger menyatakan bahwa:

“Seseorang mampu menilai kemampuan dan pendapatnya sendiri dengan membandingkannya terhadap kemampuan dan pendapat orang lain”

Dengan membandingkan kemampuan dan pendapat diri sendiri dengan orang lain, maka kita mampu menakar seberapa jauh kemampuan dan pendapat kita. Biasanya, seseorang akan lebih sering menilai sesuatu secara objektif jika tidak ada satupun pembanding di sekitarnya. Namun jika ada, seseorang akan membandingkannya dengan kemampuan dan pendapat dari orang lain. Dalam memilih seseorang yang akan dijadikan sebagai perbandingan, manusia– pada umumnya– menjadikan teman sebaya atau seseorang yang seumuran untuk jadi lawan pembandingnya.

Teori ABX Newcomb

Theodore Newcomb (1953) memandang komunikasi dari perspektif psikologi sosial. Dalam model komunikasi tersebut– yang biasa disebut odel ABX atau Model Simetri– digambarkan bahwa seseorang lainnya, B, mengenai sesuatu, X. Model tersebut mengasumsikan b ahwa orientasi A (sikap) terhadap B dan terhadap X saling bergantung, dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri dari dari empat orientasi,

1. Orientasi A terhadap X,yang meliputi sikap terhadap X sebagai objek yang harus didekati atau dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif)

2. Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama.

3. Orientasi B terhadap X

4. Orientasi B terhadap A

Teori ini menjelaskan bahwa komunikasi adalah cara lazim dan efektif yang memungkinkan orang banyak untuk mengorientasikan dirinya terhadap lingkunganya. Ini adalah suatu model perilaku komunikatif dua orang yang disengaja (intensional). Model ini mengisyaratkan bahwa setiap sistem apapun mengkin ditandai oleh keseimbangan kekuatan atau simetris.

Simetris karena seseorang (A) yang setiap memperhitungkan perilaku lainnya (B). Simetris juga mengesahkan orientasi seseorang terhadap X. Ini merupakan cara lain untuk bagi orientasi yang kita lakukan. Jika B yang kita hargai menilai X dengan cara yang sama seperti kita, kit acenderung lebih meyakini orientasi kita. Maka kita pun berkomunikasi dengan orang-orang yang kita hargai mengenai objek, peristiwa, orang, dan gagasan (semuanya termasuk X) yang penting bagi kita, menggunakan iistilah Neewcomb, simetri. Asimetri merupakan bagian dari peristiwa dari model Newcomb ketika orang “setuju untuk tidak setuju”.

(Sumber: Prof. H. Deddy Mulyana, Ph.D, Ilmu Komunikasi (Suatu Pengantar).)

Teori Keseimbangan Heider

Teori ini menjelaskan hubungan antarpridadi dan lebih menekankan kepada keseimbangan antara individu, orang lain, dan objek sikap. Heider sendiri menekankan pada sisi keadaan kognitif, yaitu perasaan suka atau tidak suka terhadap individu dan objek lainnya yang saling memiliki keterkaitan.

Teori ini menekankan pada pandangan seseorang terhadap bentuk hubungan antara Individu (I), orang lain (O), dan objek sikap (Ob)– yang sangat berperan penting dalam menentukan keseimbangan yang terjadi (Azwar, 2000).

Nama : Fajar Yulianto
NIM  :  2011-41-050
Kelas :  A (Pagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s